Pilih Pemimpin Dari Janji Atau Prestasi?

- 11:06

Selamat datang dan selam berjumpa kembali pada blog personal aku www.ridhozamroni.com , nah pada kesempatan kali ini aku akan membahas tentang tema politik atau lebih tepatnya "Pilih Pemimpin Indonesia dari Janji atau Prestasi?"

"Bila saya menjadi pemimpin, saya akan turunkan harga sempak"

"Bila saya menjadi pemimpin, saya akan turunkan harga minyak. Lebih tepatnya minyak kayu putih"

" Bila saya menjadi pemimpin, saya akan turunkan harga diri kalian"

" Bila saya menjadi pemimpin, saya akan gantung diri di pohon toge"

"Bila saya menjadi pemimpin, emmmm apa lagi ya? saya bingung"

Saya disini bukan bermaksud untuk menyerang pemerintahan era saat ini / anti terhadap pemerintahan sekarang ini, tetapi saya hanya ingin mengutarakan opini saya ini, kepada semua pemimpin yang ada di indonesia yaitu negara kita tercinta ini.

Jadi, apabila kalian serang pemimpin? Atau bercita menjadi pemimpin di negeri ini? Kalian simak baik - baik artikelku ini hingga selesai, supaya tidak salah faham. Oke langsung saja, sebagai berikut ini:

Yang pertama, saya akan mengomentari soal "Janji Para Pemimpin Indonesia". Di era dulu hingga sekarang, pasti kalian sering melihat para pemimpin kita banyak memberikan janji - janjinya kepada masyarakat supaya dirinya saat mencaslonkan sebagai pemimpin. Tapi apakah itu akan terbukti?

Yahh... Emang agak sulit sih, kalo kita masyarakat awam menebak kerja para calon pemimpin baik kalo seumpamanya terpilih. Nah, saat itulah masyarakai indonesia termasuk saya, harus cerdas dalam memilih calon pemimpin & mengenal lebih jauh calon pemimpin tersebut.

Apalagi sekarang sudah modern, teknologi semakin canggih, dan banyak sumber yang mengenalkan calon pemimpin tersebut ke muka umum lewat media soasial. Mengapa media sosial?

Selasin kampanye secara langsung, para calon pemimpin tersebut juga aktif di media soasial seperti facebook, twitter, website, youtube. Supaya jangkauan kampanye ini lebih luas lagi dibanding secara langsung hanya pada daerah tersebut saja.

Walau sebenernya, bila para calon pemimpin tersebut bertemu secara langsung lebih mengena terhadap masyarakat .

Ketika para calon ini berkampanye, mereka tentunya bersaing visi dan misi yang bagus - bagus &  yang lebih parah saling menjatuhkan satu sama lain.

Saat itulah kecerdasan mayarakat di uji, dimana kita harus membedakan pemimpin cuma bisa provokasi menjatuhkan lawanya  dengan kebohongan / prestasi pengalaman kerja calon pemimpin tersebut.

Nah, aku hanya berharap semoga masyarakat indonesia ini dapat memilih calon pemimpin dari prestasi hasil kerja bukan provokasi menebar kebencian untuk  jabatan.

Itulah artikel mengenai  cara memilih pemimpin yang benar, menurut saya. Ini tidak hanya belaku dalam mimilih prrsoden saja, melainkan untuk calon pemimpin semuanya eperti kepala desa, bupati, gubernur, dll.

Cukup sekian dari aku, bila ada salah - salah kata dalam penyampaian, saya mohon maaf sebesar - besarnya & terimakasih sudah bekunjung. 😘

 

Hiburan