Mbak Kunti - Ridho Zamroni

Translate

Sunday, 30 July 2017

Mbak Kunti

ridho zamroni kuntilanak


Adzan berkumandang, menandakan seruan untuk segera sholat isya' di laksanakan. Air Wdhu mulai membasahi tubuh, terasa ada cahaya surga di muka. Sholat Isya' selesai, terdapat panggilan dari si Boy, teman saya.

"Dho,  mau anggur merah nggak? " suara Boy mengajak.

"Beneran apa nggak? " Saya meyakinkan kembali.

"Beneranlah,  mumpung bosnya dateng"

"oke gue kesana,  tapi jemput boy"

"Lebay amat lo, 500 M suruh jemput? Gue kentut belum selesai, bisa sampai sana kok! " jawaban menolak.

"njir,  oke deh gue jalan aja"

Sayapun akhirnya memutuskan untuk berjalan dan sesampainya di Sekolahan Dasar yang tempatnya sepi dan gelap. Ternyata ada seorang wanita berambut panjang sendirian nembelakangi saya.

Iman sayapun goyah, pikiran positif di otak sudah mulai larut, berganti pikiran negatif. Cewek itu langsung saya goda.

"Mbak! Mbak!" memanggil cewek.

"Mbak! Mbak ngapain di situ sendirian? " bertanya.

"Mbak! " bernada keras.

Menurut saya, mungkin dia tidak mendenga suara panggilan saya. Langsung saja saya berjalan menuju ke arah dia kurang lebih 30 Meter dari jalanan tempat saya berdiri ini. Setelah mendekat, terdengar suara hisakan tangis membelakangi dari wanita tersebut yang membelakangi saya. Lalu diapun berbalik memandang saya dengan tangisan mistis.

Tanpa basa - basi lagi setelah dia berbalik memandangi saya yang sedang berjalan menghampiri dirinya. Ternyata!



"Janc*k!"

"Janc*k!"

"Janc*k!"

"Astagfirulah!"

Sayapun langsung lari terbirit - birit, sampai mau cepirit,  rasanya pengen hantam dia pakai clurit, sampai lepas dia punya t*tit, biar tau rasanya atit dan baru sadar ternyata dia kunti. Jadi dia gak punya titit, langsung saya misuh "anjrit !".

Pokonya saya lari menuju tempat tujuan saya yang sebenarnya yakni rumah si boy, teman yang yang menyuruh saya datang ke rumahnya tadi.

Setelah 500 meter dari rumah sudah kulalui dengan keringat bertebaran di tubuh, hingga membentuk pulau di ketek beserta aromanya yang sangat khas mematikan spesies umat manusia.

"hay bro! " menyapa teman - teman.

"wuiih akhirnya datang juga nih bocah, kok muka lo kayak es teh basi dho? "

"anjir Esteh basi! Tapi ada bener juga sih"

"haha lo udah item, berminyak, bauk pula. Kayak pantat wajan bekas gorengan upil & sayur congek"

"Yaelah,  jahat amat lo Boy. Terimakasih udah ngingetin kalo gue belum bersihin congek di kuping"

"haha dasar cowok expaied"

"rasis lo boy!  lo mau congek gue? Nih ada, kurang lebih 1 gram lumayan buat lo cemilin" sambil mengorek - orek kuping, menunjukan congek di telunjuk.

"iiuhh,  jorok amat lo dho"

"Bodo amat! Salah sendiri lu ngejek terus"

"Yaudah damai aja dho, nih anggur merah" boy menyodorkan minuman anggur merah.

Tak terasa kita minum anggur merah bertiga sudah sampai 3 jam, yang menunjukan sekarang pukul 22.17. 3 botol minuman anggur merah juga sudah habis, hanya meninggalkan 7 gelintir rokok sampoerna. Kemudian si Boss bernama asli Ucil mengajak kita Saya dan Boy pergi nongkrong ke Coffe Shop terdekat.

1 comment:

Terimakasih sudah mengunjungi blog saya, jangan lupa untuk meninggalkan komentar untuk poshtingan ini, tentunya sesuai peraturan / di hapus komentar kalian:

• Komentar secara relevan.

• Komentar secara sopan.

• Dilarang spam komentar.

• Dilarang menggunakan (Annonymouse).

• Dilarang menaruh link aktif, sebaiknya gunakan (Opend ID).