Malam Minggu Bersama #Viviana - Ridho Zamroni

Translate

Sunday, 1 October 2017

Malam Minggu Bersama #Viviana

cinta uhh ahh ridho zamroni malam minggu bersama #viviana


Malam minggu kali ini gue bersama teman - teman kumpul walau hanya untuk berdiskusi sesuatu yang tidak penting, justru kita senang saling membully satu sama lain. Sebab, hal tersebutlah yang membuat suasana ramai tidak seperti kumpulan para jomblo ngenes galau gak punya pacar pada malam minggu.

Suara bullyan semakin keras di pos ronda ini bersama malam yang semakin larut,  teman - temanpun juga semakin menyusut karena ingin pulang udah ngantuk, main ps,  makan,  dan nengok rumahnya udah kebakar apa belum?.

Sehingga, sekarang kami hanya tersisa bertiga saja aya,  dwi, & ferdi. Lalu kamipun mencaru ide supaya malam minggu ini tidak boring seperto jomblo sudah kadaluarsa. Alhasil, idepun muncul dari ucapan Dwi. "bro, ayo kita ke kota!  Biar banyak hiburan".

"Nggak ikut gue, uangku tinggal sedikit" jawaban Ferdi.

"Sama gue juga,  wxwxwx" Gue ikut - ikutan saja.

"Yaudah,  mending kita ke rumah k*mcilnya ridho aja yang satu kelas itu lhoo. Pasti banyak tuh! " ide dari Dwi.

"Anjir, emang gue mucikari apa? Belum pernah ngerasain di tampar pakek gagang kencing lo! ". Berteriak di depan muka Dwi.

"Hahaha, Jorok ah!" ucap dwi.

"Yang rumahnya pinggir jalan itu lhoo dho namanya viviana temen satu kelas lo" penjelasan ferdi.

"Oalah viviana, ayo berangkat sekarang klo gitu" tanggapan gue.

"Buset! Giliran viviana aja langsung udah nggak sabaran" ucap dwi.

"iyalah! Tunggu sebentar gue inbox dulu. Dia dirumah atau nggak!" sambil membuka handphone.


Setelah mendapat konfirmasi dari Viviana melalui pesan dari facebook, yang membolehkan kami untuk main ke rumahmya. Kamipun segera meluncur ke rumah viviana si cantik anaknya ayah dan ibunya.

Perasaan kamipun sangat senang sekali, sudah bisa keluar dari belenggu kesepian di malam minggu ini.

Guepun berangkat boncengan sama si Dwi, sedangkan teman gue si Ferdi sendirian.
"Ferdi!" Gue memanggil Ferdi.

"Apa dho?" Jawaban Ferdi.

"Gue cuma bilang ati-ati aja, fer" Mencoba menakut - nakuti. 

"Emanya kenapa dho?" Tanya penasaran Ferdi.

"Soalnya nanti lewat kuburan, pasti lo ada yang boncengin" Menggoda Ferdi.

"Hahaha.. Iya tuh, si cantik kuntilanak penghuni pohon pasti langsung terjun ikut naik ke motor lo" Ucap Dwi.

"Yaelah, jangan gitu dong! Gue kan jadi ketakutan" ucap Ferdi mulai ketakutan.

"Hahaha,  hahaha & hahaha" Suara ketawa jahat Gue dan Dwi pecah banget.

"Yaudah, gue gak ikut ah" ucap Ferdi.

"Wxwxwx jangan baper dong" bujukan Gue.

"Iya betul, masak udah gede masih takut sama setan. Mending potong aja otongmu sekarang juga, malu - malui'n" Sindiran Dwi.

"Hahaha betul sekali" ucap gue sambil ketawa jahat.

Sesudah kami asik bercanda, kamipun segera memacu motor matic ini dengan tampang pas - pasan, tanpa uang di saku dan mental yang gak punya malu.

15 menit sudah berlalu pada perjalanan ini,  yang menandahkan bahwa kami sudah sampai di rumah Viviana yang katanya cantiknya tak terhingga sepanjang massa hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dinia. (kayanya paragraph ini aneh)

Kamipun sampai di depan rumahnya dan segera turun dari motor untuk memanggil dia supaya keluar dari kandangnya. Tetapi, mental berkata lain.

Mental kami para ABG masih cetek, sehingga kami berdebat untuk menentukan siapa yang akan memanggil. Setelah beberapa menit perdebatan berlangsung, ternyata gue jadi exsekutor pemanggil Vivi dari kandangnya.

"Tok, tok, tok, tok, tok" suara ketukan pintu.

"Assalamualaikum vi,  viviana, ini gue ridho" salam dari gue.

"Ohh iya dho, tunggu sebentar ya?"

"Iya vi santai aja, vi" jawaban gue.

"Kalian langsung duduk dulu aja gakpapa" Suara Viviana mempersilahkan kami.
"Iya vi" Jawaban gue.

Baru sekejap kami bertiga duduk,  temen gue si Dwi malah pikiranya sudah melayang tanpa arah.

"Dho pasti dia sekarang lagi gak pakai baju, intip yuk!" ucap Dwi.

"Woy dasar otak b*kep!" Suara gue Berteriak di depan muka Dwi.

"Hahaha iya tuh pasti dia lagi uhh ahh ini" ucapan kompor dari Ferdi.

"Astajim, gue nyesel ajak lo kesini.  Pikiranya kotor terus, cuci dulu gih pakek air comberan" tegas gue.

"Hahaha biasalah ABG seperi kita kan masih penasaran tentang gituan" penjelasan Ferdi.


Tak lama kemudia si vivianapun keluar dengan dandanya yang membuat mata kami melongo tanpa berkedip,  dengan wangi parfum semerbak menusuk birahi dan pancaran pesona bidadari ada di benak dia. Langsung saja gue nyeletuk berkata:  

"Vi.. Lo gak kedinginan apa? malam - malam gini pakek hotpan dan kaos lengannya cuma sampai ketek doang" gue menanggapi tampilan viviana.

"Yaelah jahat amat lo dho, di dalam kamar sumpek banget soalnya" jawaban viviana.

"Bukanya gitu vi, nih anjing peliharaan gue tergoda" Ucap Gue menyindir Dwi dan Ferdi.

"Anjir, pencemaran nama baik ini namanya" Protes dwi.

"Iya Jangan Percaya, vi!" Pembelaan ferdi.

"Cie yang ketahuan, lagi membela diri hahaha" Sindiran gue.

"Udah - Udah kok jadi berantem sih! " Viviana menvoba melerai.
"Hehehe...  Sorry vi" Perminta maafan gue.

Obrolan ringanpun terus berlanjut sampai pukuk 20.30WIB, dengan selingan ketawa renyah dari kami dan ketawa manis si Viviana. Rasanya nyaman sekali justru bikin baper.

Makanan ringan yang di suguhkan oleh Vivi pun mulai habis, akibat kerakusan kami bertiga.

Tak berapa lama, dari kejauhan ada lampu motor yang menyorot kami bertiga. Ternyata tidak lain tidak bukan, dia adalah pacarnya viviana yang datang dengan membawa motor ninja, kenalpot racing, dan jaket tebal.

Perasaan kamipun langsung drop seketika! Habis bersenang - senang bersama juga ketawa - ketiwi bersama, bahkan jujur saja gue sampai baper. Tetapi, Malah endingnya pacarnya viviana datang menjemput dia untuk diajak keluar untuk malam mingguan.

Yeah itulah, cerita dari gue pada malam minggu ini dam semoga aja nasib lo tidak sama tragis seperti gue. Pesan dari gue "kalau lo udah tau si target punya pacar, usahain lo menjauh, jangan mendekat, sebelum nyesel pada akhirnya".

4 comments:

  1. harus cari tau dulu latar belakang cewe yang mau di incar dong ya jangan main tumbur- tumbur aja, hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee iya sih gw gampang baperan soalnya

      Delete
  2. tikung min selagi bendera kuning belom melengkung mah. eh lajur maksudnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bendera kuning bukanya orang meninggal? hadehh

      Delete

Terimakasih sudah mengunjungi blog saya, jangan lupa untuk meninggalkan komentar untuk poshtingan ini, tentunya sesuai peraturan / di hapus komentar kalian:

• Komentar secara relevan.

• Komentar secara sopan.

• Dilarang spam komentar.

• Dilarang menggunakan (Annonymouse).

• Dilarang menaruh link aktif, sebaiknya gunakan (Opend ID).