Demi Persebaya, Bonek Harus Kuat! Part #1 - Ridho Zamroni

Translate

Sunday, 19 November 2017

Demi Persebaya, Bonek Harus Kuat! Part #1

bonek bora mestika perdebatan 1927 endah bonek logo


Dualisme dikubu Persebaya Surabaya sudah selesai, angin segar untuk para suporter Bonek dan Bonita yang rindu akan teriakan uforianya, emosi menggebu - gebu, dan penjual lumpia bahenol  di dalam stadion kebanggaan Gelora Bung Tomo di Surabaya.

Gue bukan orang Surabaya, gue juga bukan orang Jawa Timur. Gue mendukung tim sepak sepak bola Persebaya Surabaya, murni dari kecintaan gue terhadap tim kesaysngan. Walaupun daerah memisahkan kita jauh, antara kota gue Blora - Jawa Tengah, dengan Surabaya - Jawa Timur.

ridho zamroni demi perdebatan,  bokek harus kuat!


Kecintaan gue dengan tim sepak bola ini tidak hanya sebagai omong kosong belaka!  Kecintaan gue ini, gue ungkapkan melalui komunitas suporter club Persebaya di daerah gue bernama "Bonek Blora Mustika" yang sudah bertahun - tahun berdiri melalui beberapa generasi umur didalamnya.

Tanggal 30 September 2017 telah tiba, inilah saat - saat dimana kami membuktikan loyalitas kami terhadap clup Persebaya. Bahwa, hari esok akan ada pertandingan Persebaya Surabaya vs Semeru FC, akan berlaga di Stadion kebanggan arek - arek Bonek Gelora Bung Tomo.

Antusias kami para suporter Persebaya semakin menjadi - jadi, seakan ini adalah panggilan hati dari malaikat. Rencanapun kami buat dengan anggota Bonek lainya. Yang menghasilkan kita berangkat ke surabaya orang 6 melalui jalur Estavet.
Apa itu jalur Estavet?  Jalur estavet merupakan istilah yang di berikan oleh suporter bonek berangkat dengan numpang kendaraan lain, nah disitulah letak perbedaan kami dengan suporter lain bahwa:

Mendukung Tim Kesayangan Tidak Harus Menggunakan Uang

Intinya. Jangan pandang kami rendah,  kalau justru yang beliang kami rendah, sebenarnya dialah yang rendahan.

Karena Tidak menghargai tradisi kami Bonek suporter Persebaya,  padahal kita ini sesama manusia yang harus berdampingan walau ada perbedaan di antara kita. Ingat, perbeda - beda, tetap satu juga!

ridho zamroni demi perdebatan bokek harus kuat


Ridho (Saya), Alda, Arun, Bagas,  Aditya & Anggi. Dari semua nama tersebut terdapat anggota Bonita = sebutan suporter Persebaya wanita yang cantik tetapi saat di jalan tidak manja seperti wanita kebanyakan lainya.

Seperti: Make up luntur, kepanasan,  uang,  bau badan & capek. Sebab pedoman kita. Demi Persebaya, Bonek harus kuat!

Anggota sudah berkumpul semua, ini saatnya kami menuju ke lampu merah di kota Blora pada pukul 13.00 sesudah sholat jum'at. Sekian lama menunggu berjam - jam, akhirnya kamipun mendapat tumpangan truck gandeng kosong pengaangkut sembako.

Buat kami, truk ini sangat mewah sekali. Saat hujan datang kita bisa berteduh menggunakan layar yang ada dalam truk ini, sehingga perjalanan ini kita mulai   .

Waktupun terus berlalu, sekian jarak sudah ditempuh, pancaran sinar panas matahari sudah kami lalui dengan sampainya kami di kabupaten Bojonegoro - Jawa timur. Tetapi, sayang langit kota tetangga ini tidak bersahabat, muncul kehitaman yang gelap. Pertanda hujan mulai turun menderai tubuh kami semua.

Tak berapa lama, hujan yang sudah di perkirakan mulai turun membasahi kami. Solidaritas antar anggota bonek mulai menguat, dengan saling membantu memasang layar yang ada diatas perjalanan truk ini.

Satu hal yang membuat kami itu prihatin, kita harus mengutamakan wanita terlebih dahulu. Jadi, saat kami para lelaki di bagian pinggir dan mencoba menutupi layar berlubang ini, disitulah kami rela basah kuyub demi melindungi wanita yang ada di anggota kami. Demi Persebaya, Bonek harus Kuat!

Langit senja mulai menampakan kecantikanya,  berbarengan suara adzan berkumandang. Truck yang kami tumpangi juga berhenti di tempat rest area pinggir jalan untuk makan.

Kami anggota bonek juga ikut mencari makanan di daerah sini dengan meminta - minta seiklash nya dari penjual warung nasi. Sebenarnya kami mempunyai uang, tapi kami tidak mau memakai uang ini untuk makan, kalau meminta masih diberi.

Sebab uang yang kami bawa ini untuk masuk beli tiket di stadion. Jadi,  apabila uang yang kami bawa habis kami mau minta siapa?  Ini bukan di rumah,  tinggal minta ke orang tua, ini adalah kehidupan Jalanan. Bonek harus Kuat!

Tanpa - basa basi lagi kamj berpencar menuju warung nasi yang ada di sebrang jalan ini.

"Mas, minta nasi boleh?" ucap gue meminta dengan tampang melas.

"Sudah habis nasi e le" ucap penjual nasi tersebut.

Jujur saja,  dalam hati gue emosi sekali. "Ngapain kalau nasi sudah habis,  warungnya gak di tutup?" berbicara dalam hati.

Langsung saja gue pergi dan mencari warung nasi lainya. Alhasil,  gue bertemu dengan seorang penjual nasi yang mempunyai hati nurani daripada sebelumnya.
"Mas, minta nasinya sedikit boleh? "

Pelayanya langsung berlari untuk berbisik - bisik ke bosnya,  guepun ditanya balik oleh penjual nasi tersebut.

"Kamu mau kemana bro? " Ucap penjual nasi.

"Ke Surabaya, mas" Jawaban gue.

"Asal mana, bro?" Penjual nasi Bertanya.

"Blora Jawa Tengah, mas" Jawaban gue.

"Ohh,  tungguin ya bro! Tak bungkuain nasi sebentar. " Ucap penjual nasi sambil membungkus nasi.

Alhamdulah gue akhirnya dapat nasi sebungkus beserta lauk pauknya, lalu gue kembali ke tempat semula dimana kami berkumpul. Ternyata,  teman - teman lainya sudah mendapatkan nasi semua seperti gue.

Nah, saat inilah kami menciptakan solidaritas antar sesama bonek,  dimana nasi yang kita dapatkan tadi dijadikan satu untuk makan bersama. Kita tak perlu uang untuk mendapatkan bahagia,  karena bahagia itu sederhana.

Nasi sudah habis di makan oleh kami, tak lupa juga membersihkan sisa bungkus di area makan depan toko ini. Setelah itu,  kamipun langsung naik di atas truk dan kembali melanjutkan perjalanan.

Tak beberapa lama,  kami sudah sampai di kota Gresik - Jawa Timur,  permasalahanpum mulai muncul.  Kami  kebingungan setelah sampai di Bunderan - Gresik,  apakah lewat selatan?  Atau lurus?

Setelah kita beradu argumen, kami memutuskan untuk turun dari truck ini menuju pertigaan Bunderan Gresik dengan berjalan sejauh 5 Km. Teman kami bernama Faris membuka Handphone yang dibawanya,  untuk meminta bantuan temanya Anak Vespa di Gresik.

Tak berapa lama, kami mencari tumpangan lagi di Bunderan Gresik. Inilah video kenangan kami saat di Bunderan Gresik:


Ternyata temanya Faris yang dihubungi tadi menghampiri kami, akan menampung kami sebentar. Lalu membawa kami di sebuah warung dan menbelikan kami rokok,  kopi,  dan nasi.

Tak berapa lama Bonek asal Jawa barat - ciamis datang dan turun menghampiri kami sedang menikmati makanan di warung,  lalu temen gue yang bernama Aditya kenal salah satu dari mereka. Panggilanya Achil.

Sesudah menghabiskan beberapa makanan mengenyangkan perut,  gue langsung berangkat mencari tumpangan truck dari perempatan,  sehingga kami harus berjalan sejauh lebih dari satu kilometer.

Teman - teman achilpun ternyata ada di perempatan ini, jadi kami pamit ingin melanjutkan perjalan ke surabaya.

"Cak, aku mangkat nang suroboyo sik yo?" Ucap saya berpamitan.

"Iyo cak,  ati - ati. Sinyal Wani!" Ucap achil.

"Wani!" Ucap kami menjawab salam.

Akhirnya perjalan pun kami mulai lagi,  walau malam sudah larut angin dingin terus menusuk kulit kami tetap semangat demi mengawal pesebaya melawan semeru FC.

Tak tau sudah berapa banyak kami berganti truck dan tak tau berapa lama kami berjalan,  kami sudah sampai Surabaya ,lebih tepatnya daerah Balongsari.  Kami mendapatkan tampungan lagi dari orang blora,  yang tinggal disini.

Alhamdulilah,  tak berapa lama kakak & pacarnya menghubungi saya untuk menghampiri kami. Benar saja,  kakak saya membawa makanan kecil,  air minum dan sedikit uang untuk uang saku. Supaya kami tidak ada yang kelaparan maupun kekurangan saat bertahan hidup di jalanan.

Sesudah malam semakin larut, kakak saya memutuskan untuk kembali pulang dan Kamipun segera tidur di pinggir jalan trotoar ini.

4 comments:

  1. Blora kok atek gue-guenan bereng :-D tapi gak popo Bonek S1nyal WANI, Bro.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhhh sesok tak ganti e bro. wani!!!! Juga

      Delete
  2. gue berharap banget mereka kembali ke liga 1.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju,apalagi aku yg selalu mengawal saat pertandingan

      Delete

Terimakasih sudah mengunjungi blog saya, jangan lupa untuk meninggalkan komentar untuk poshtingan ini, tentunya sesuai peraturan / di hapus komentar kalian:

• Komentar secara relevan.

• Komentar secara sopan.

• Dilarang spam komentar.

• Dilarang menggunakan (Annonymouse).

• Dilarang menaruh link aktif, sebaiknya gunakan (Opend ID).